Menu

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Februari 2013

Amal Shalehku adalah kecintaanku

Suatu ketika tiba-tiba seorang guru bertanya kepada salah seorang muridnya, Wahai Hatim sudah lama engkau menyertai Syaqiq Al Balkhi, aku ingin tahu pelajaran apa saja yang engkau peroleh dalam kebersamaan itu? Maka sang muridpun kemudian serta merta menjawab: ada delapan perkara, dan pelajaran pertama dan utama yang diungkapkannya adalah: “Sungguh aku telah mencermati makhluk yang bernama manusia, dan kudapat bahwa setiap orang punya kecintaan, namun tatkala mereka telah sampai pada tempat peristrahatan terakhirnya di dunia (kubur), iapun berpisah dengan kecintaannya itu, maka akupun jadikan amal sholehku sebagai kecintaanku, agar ia tetap menyertaiku masuk ke dalam kuburku

Sungguh benar dan sangat menabjukkan apa yang diungkapkan Hatim Rahimahullah siapapun yang mencermati makhluk yang bernama manusia ini maka ia akan menemukakan bahwa setiap manusia punya kecintaan, diantara mereka ada yang menjadikan kecintaannya pada tahta, ada pula harta dan pula pada wanita, keluarga, dan sebagainya. Namun yang menjadi masalah adalah bila telah sampai pada kuburan kecintaan itupun serta merta meninggalkannya, kecuali amalannya. dan ini sesuai dengan hadits Nabi r yang diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari dan Muslim dari sahabat yang mulia Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu  
( يتبع الميت ثلاثة فيرجع اثنان ويبقى معه واحد يتبعه أهله وماله وعمله فيرجع أهله وماله ويبقى عمله )

 “Ada tiga yang mengikuti mayat; namun akan kembali dua dan yang tinggal bersamanya hanyalah satu, yaitu diikuti oleh keluarganya, hartanya dan amalannya, maka kembalilah kelurga dan hartanya, dan yang tinggal menetap bersamanya hanyalah amalannya” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Minggu, 17 Februari 2013

SELALU ADA KEMUDAHAN DALAM KESULITAN


Ya demikianlah Qur’an mengajar kita
Selalu optimis dalam menjalani kehidupan ini
Karena Kesulitan (al 'Usru) adalah  nikmat yang besar untuk orang yang sabar. Betapa tidak, karena setiap kesulitan bersama banyak kemudahan meskipun kesulitan itu masuk ke dalam lubang biawak.

Kamis, 08 September 2011

BAGAIMANA MENANAMKAN OBSESI YANG TINGGI (HIMMAH ‘ALIYAH)




BAGAIMANA MENANAMKAN OBSESI YANG TINGGI/HIMMAH  ‘ALIYAH
Oleh : Syaikh Hasan Al Bugisy (Penj.Ust.Ihsan Zainuddin dan Ust.Syaibani)

Rasulullah Õá ÇááÉ Úáíå æÓáã bersabda : ”Nama yang tepat bagi seorang muslim adalah Hammam dan Harist dan nama yang paling Allah cintai adalah Abdullah dan Abdurrahman ".
Al Hammam adalah niat yang kuat, sedangkan “Al Harits” adalah sosok dari hasil Himmah  atau hammam yaitu bekerja untuk mendapatkan obsesi/keinginan tersebut. Jadi setiap manusia punya keinginan, namun tidak semua manusia memiliki keinginan “Himmah ” yang kuat.

A.    DEFINISI HIMMAH
Himmah  tidak bisa dilihat secara dhohir karena Himmah  adalah masalah yang hati dan akal pikiran manusia, bukan masalah amal. Secara bahasa Himmah  berarti “An Niah“ (niat), “Iradah” (kehendak), “Al ‘azimah” (tekad). Dalam makna ini terdapat tiga kata yang berbeda yaitu berupa niat yang sifatnya biasa-biasa, kemudian iradah atau kehendak yang kuat lalu dilanjutkan dengan tekad untuk melaksanakan kehendak tersebut.
Allah ÓÈÍÇäå æÊÚáì berfirman : “ Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda dari tuhannya ( QS. Yusuf : 24)