Menu

Tampilkan postingan dengan label Tazkiyah an-Nufus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tazkiyah an-Nufus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juli 2020

Komitmen Memelihara Amal-amal Sunnah

Mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah-ibadah sunnah ialah ikhtiar seorang hamba yang mengejar cinta Allah, karena Allah sendiri telah menjanjikan cinta tersebut dalam hadis Qudsi-Nya bahwa tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang telah Aku sunnahkan bagi mereka sampai Aku mencintainya.

Minggu, 13 Januari 2019

🛅 Rahasia Nabi Yusuf Terbebas Dari Dosa dan Kekejian Zina

 
Firman Allah Subahana Wa Ta'ala

 ۚكَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

 _Demikianlah, Kami palingkan Nabi Yusuf dari keburukan (dosa)  dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang mukhlashin._

-Surat Yusuf, Ayat 24

🤔 Apa itu Mukhlashin?

Rabu, 09 Januari 2019

Api Yang Dingin



💌 Menghayati Firman Allah

قلنا يا نار كوني بردا 

"Kami katakan wahai api dinginlah"

(QS. Al Anbiya' : 69)

📜Pada ayat tersebut Allah tidak memerintahkan kepada siapa dan apapun untuk memadamkan gejolak api, namun Allah memerintahkan kepada api itu sendiri untuk menjadi dingin!!!

Selasa, 08 Januari 2019

Nikmat itu bernama IMAN


Satu hal yang harus senantiasa kita sadari adalah bahwa Allah Azza Wa Jalla telah mengaruniakan kepada kita nikmat yang sangat besar, nikmat yang dengannya seorang hamba yang bernama manusia dapat selamat dan bahagia dunia wal akhirah, dan tanpanya seorang hamba akan mendapatkan kesengsaraan dan kerugian hidup di dunia dan akhirat

Nikmat itu adalah “IMAN”

Ya IMAN

Nikmat yang kata Allah:

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ

“Dan tidak ada seorang pun yang akan beriman kecuali dengan izin Allah”. (QS. Yunus: 100)

Selasa, 05 Maret 2013

PENYAKIT IKUT-IKUTAN




Peringatan Allah dan Rasul-Nya Tentang Ikut-Ikutan

Ada banyak peringatan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang disampaikan melalui para sahabatnya kepada ummat ini sebelum menitipkan Islam ini kepada mereka.

Setelah beliau meninggal ummat ini akan banyak ditimpa penyakit, diantaranya; berpecah belah, saling berselisih, hasad, benci membenci, cinta kepada dunia, munculnya perkara-perkara baru yang diada-adakan dalam agama dan takut akan kematian, serta ikut-ikutan pada ummat yang lain.

Tegakkan shalat dan jangan meremehkannya



بسم الله الرحمن الرحيم
I.        Kedudukan Shalat.

Shalat dalam Islam memiliki keistimewaan dibandingkan dengan ibadah lainnya, yaitu :

1.  Merupakan Rukun Islam setelah Syahadat

2.Merupakan tiang agama , jika ia tidak ada maka agama akan runtuh.
Rasulullah  bersabda: "Kepala semua urusan adalah Islam, sedangkan tiangnya adalah shalat, dan puncaknya yang tertinggi adalah jihad". (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i dengan sanad yang shahih)

3.Hal yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat.
Rasulullah  bersabda: "Yang pertama kali akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika ia baik maka baiklah seluruh amalnya, dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh amalnya". (HR.Thabrani dengan sanad hasan).

4.Merupakan wasiat terakhir Rasulullah  kepada ummatnya.

Ketika beliau akan menghembuskan nafasnya yang terakhir beliau sempat berpesan dengan suara lirih, "Jagalah shalat, jagalah shalat dan hamba hamba sahaya kalian."

5.Hal yang paling terakhir hilang dari agama ini. Jika ia telah hilang (ditinggalkan), maka hilanglah dien itu seluruhnya.

Senin, 25 Februari 2013

Amal Shalehku adalah kecintaanku

Suatu ketika tiba-tiba seorang guru bertanya kepada salah seorang muridnya, Wahai Hatim sudah lama engkau menyertai Syaqiq Al Balkhi, aku ingin tahu pelajaran apa saja yang engkau peroleh dalam kebersamaan itu? Maka sang muridpun kemudian serta merta menjawab: ada delapan perkara, dan pelajaran pertama dan utama yang diungkapkannya adalah: “Sungguh aku telah mencermati makhluk yang bernama manusia, dan kudapat bahwa setiap orang punya kecintaan, namun tatkala mereka telah sampai pada tempat peristrahatan terakhirnya di dunia (kubur), iapun berpisah dengan kecintaannya itu, maka akupun jadikan amal sholehku sebagai kecintaanku, agar ia tetap menyertaiku masuk ke dalam kuburku”

Sungguh benar dan sangat menabjukkan apa yang diungkapkan Hatim Rahimahullah siapapun yang mencermati makhluk yang bernama manusia ini maka ia akan menemukakan bahwa setiap manusia punya kecintaan, diantara mereka ada yang menjadikan kecintaannya pada tahta, ada pula harta dan pula pada wanita, keluarga, dan sebagainya. Namun yang menjadi masalah adalah bila telah sampai pada kuburan kecintaan itupun serta merta meninggalkannya, kecuali amalannya. dan ini sesuai dengan hadits Nabi r yang diriwayatkan dalam Shahih Al Bukhari dan Muslim dari sahabat yang mulia Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu  
( يتبع الميت ثلاثة فيرجع اثنان ويبقى معه واحد يتبعه أهله وماله وعمله فيرجع أهله وماله ويبقى عمله )

 “Ada tiga yang mengikuti mayat; namun akan kembali dua dan yang tinggal bersamanya hanyalah satu, yaitu diikuti oleh keluarganya, hartanya dan amalannya, maka kembalilah kelurga dan hartanya, dan yang tinggal menetap bersamanya hanyalah amalannya” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Selasa, 19 Februari 2013

Sepuluh Musuh Utama Manusia


   Telah menjadi ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang tak dapat diellakan bagi setiap manusia adalah bahwa mereka dalam menjalani kehidupannya dihadirkan musuh-musuh yang menghalangi mereka untuk menggapai cita-cita dan harapannya di dunia dan akhirat
   Maka setiap insan mesti menyadari akan sunnatullah kehidupan ini, hingga ia harus mengetahui siapa-siapa saja musuhnya dan bagaimana ia menghadapinya, dengan demikian ia akan tampil sebagai pemenang dari setiap musuhnya, karena musuh itu adalah ujian bagi mereka untuk meraih derajat yang lebih tinggi.
   Karena kecintaan-Nya kepada para hamba-Nya; Tak tanggung-tanggung Sang Maha Mengetahui-pun dalam salah satu tuntunan-Nya berfirman:
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya”. (QS. Al Anfaal: 60)
Berikut akan kami paparkan sepuluh musuh utama manusia:

Air Antara Kawan dan Lawan

Air adalah salah satu pasukan Allah yang telah ditundukkan Allah kepada Makhluq yang bernama manusia baik di darat maupun di laut

"Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia" (Al Hajj: 65).


Maka pada dasarx ia selalu menurut kepada manusia, lihatlah bagaimana ia di atur di dalam rumah, di sungai dst..... ia sangat lembut dan patuh


Namun tentu air ini lebih tunduk kepada Sang Penciptanya, hingga iapun mampu berbuat apa yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia dengan izin Rabb-nya

Minggu, 28 November 2010

Mari Berhenti Sejenak

Perjalanan hidup ini melelahkan,
ya sangat melelahkan.
Betapa tidak, di saat idealisme kita dihadapkan pada realita yang beraneka ragam corak dan warnanya, kita harus bertahan karena kita tidak ingin tujuan hidup ita yang jauh ternodai dengan kepentingan sesaat.
Ini bukan soal halal atau haram terhadap dunia dengan segala keindahannya, tapi soal menyikapinya agar tidak tergiur dan terpedaya olehnya.

Gambaran ini dapat kita rasakan di saat harus mengatakan “tidak” di hadapan mereka semua yang berkata “iya”.
Ketika ramai-ramai orang bicara ini dan itu dengan segala argumentasinya, tuntutan idealisme kita membisikkan kita untuk “diam”, tatkala orang lain menilai bahkan mengecam kita dengan tuduhan ini dan itu, idealisme kitapun hanya mengisyaratkan kita untuk sekedar senyum tanpa kata-kata.
Di saat orang beretorika dengan segala keahlian bahasanya, idealisme kitapun hanya meminta kita untuk membaca pikiran di balik pikiran.
Dan ketika orang ramai-ramai memperbincangkan dunia dengan segala kenikmatannya, idealisme kitapun hanya mengalunkan satu kata, “Qonaah”.
Itulah idealisme kita di hadapan mereka.
Terkadang tanpa terasa idealisme kita tergeser lantaran pikiran kita terbawa arus yang kita tidak menyadarinya.
Belum lagi kondisi jiwa kita yang terus bergejolak mempengaruhi pikiran kita.
Pikiran-pikiran itu selalu datang silih berganti tanpa kenal henti seiring dengan perjalanan hidup ini.
Memang, ini semua kita pahami sebagai sunnah kehidupan.
Gelombang dan badai harus dipahami sebagai ladang ujian,
problematika hidup merupakan hal tidak bisa dipisahkan dari hidup,
pahit getir menjadi bumbu yang harus dirasakan oleh setiap kita,
jatuh bangun adalah tangga yang harus dilalui dalam menggapai sebuah cita-cita.
Letih,
lelah
itulah yang sering kita rasakan,
kita sering merasakan kejenuhan, bosan bahkan tidak peduli dengan kondisi. Namun jangan pernah ada perasaan pesimis apalagi putus asa, karena di balik semua itu pasti ada sesuatu yang dapat kita jadikan pengalaman yang berarti.
Dan yang kita perlukan adalah berhenti sesaat.

Berhenti bukan berarti selesai atau sampai di sini.
Berhenti untuk merenungi kembali perjalanan yang telah kita lalui,
berhenti untuk memompa kembali semangat beramal,
berhenti untuk mencas batrei keimanan kita agar tidak redup.
Kita butuh waktu untuk melihat kondisi jiwa kita agar tetap stabil dan tahan dalam menghadapi segalanya.
Kita terkadang lupa bahwa ada yang harus kita tengok dalam diri kita, “ruhiyah” kita.
Kondisi ruhiyah kita yang selalu membutuhkan suasana yang teduh, tenang sehingga ia menjadi kekuatan yang akan melindungi jiwa kita dari berbagai rintangan yang akan menghalangi kita.
Kita memerlukan nuansa ruhiyah yang nyaman agar dapat berpikir jernih dan tetap semangat menjalani hidup ini.
Kita butuh ketegaran jiwa dalam menghadapi hiruk pikuk hidup.
Inilah yang senantiasa diajarkan oleh Muadz bin Jabal Radiyallahu Anhu kepada sahabatnya dengan ungkapannya yang menyejukkan hati “mari duduk sesaat untuk beriman”.
Berhenti sejenak untuk menengok kembali kondisi keimanan agar tetap terjaga.
Karena segala yang kita alami dalam hidup harus dihadapi dan bukan lari darinya,
Ingatlah bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan masalah itu, bisa jadi justru akan menambah masalah baru.
Memperbaharui keimanan akan membawa kita untuk memahami hakekat hidup ini dengan segala problematikanya.
Mari kita sempatkan untuk selalu memperbaharui keimanan kita ditengah kesibukan dan hiruk pikuk kehidupan.[abuthalhah.wordpress.com]

Tulisan Ustadz Muh. Ihsan Zainuddin, Lc.M.Si.

Motifator Amal Sholeh

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Alloh, Sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasululloh sollallohu ‘alaihi wa sallam, wa ba’du

Sesungguhnya pintu-pintu pahala banyak sekali, amalan kebaikan adalah agung, Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda dalam meriwayatkan firman Robbnya Azza Wa jalla :
إن الله كتب الحسنات والسيئات ثم بين ذلك فمن همّ بحسنة فلم يعملها كتبها الله له عنده حسنة كاملة رواه البخاري 6010 ومسلم 187.
Sesungguhnya Alloh telah menetapkan kebaikan dan keburukan, kemudian menerangkan hal itu, maka barang siapa berkehendak melakukan suatu kebaikan kemudian tidak melakukannya Alloh mencatatnya baginya di sisiNya kebaikan secara sempurna ..
Barang siapa yang menunjukkan suatu kebaikan dan mengarahkan kepadanya baginya pahala yang besar, Rasululloh sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
منْ دعاَ إلى هُدَى كَانَ له من الأجرِ مثلُ أُجورِ منْ تَبِعَهُ لا ينْقُصُ ذَلِكَ منْ أُجْورِهمْ شَيْئاً ومنْ دعاَ إِلىَ ضَلاَلةِ كاَن عليهِ من الإثمِ مثْلُ آثامِ مَنْ تبعَهُ لاَ ينْقُصُ ذَلِكَ من آثامهم شَيئاً رواه مسلم 4831.

Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “ Barangsiapa menyeru kepada hidayah (petunjuk) maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa yang mengerjakannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” .

diantara pintu-pintu kebaikan adalah yang disebutkan berikut ini :

1-Wudzu dan sholat dua roka’at setelahnya :
قال صلى الله عليه وسلم : من توضأ نحو وضوئي هذا ثم صلى ركعتين لم يحدث فيهما نفسه غفر الله له ما تقدم من ذنبه [ البخاري 159 مسلم 331]
Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : barang siapa berwudhu seperti wudhu saya ini kemudian sholat dua rokaat, dan ia tidak melamun dalam sholatnya, pastilah Alloh mengampuni dosanya yang telah lalu .

2- Memelihara sholat sunnah rowatib dua belas roka’at :
Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من ثابر على ثنتي عشرة ركعة في اليوم والليلة دخل الجنة، أربعاً قبل الظهر، وركعتين بعدها، وركعتين بعد المغرب، وركعتين بعد العشاء، وركعتين قبل الفجر [صحيح الترغيب 580، وصحاح السنن الترمذي 338، والنسائي 1693 وابن ماجه 935 للألباني ]

Barang siapa yang rutin melakukan dua belas roka’at pada siang dan malam hari masuklah dia ke surga: empat roka’at sebelum dzuhur, dua roka’at setelahnya, dua roka’at setelah maghrib, dua roka’at setelah ‘Isya’ dua roka’at sebelum subuh

3- Berjalan ke sholat jama’ah.

Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من مشى إلى صلاة مكتوبة في الجماعة فهي كحجة، ومن مشى إلى صلاة تطوع فهي كعمرة [صحيح الجامع 6556]
Barang siapa berjalan ke sholat wajib berjamaah maka ia seperti mengerjakan haji, dan barang siapa berjalan menuju sholat sunnah maka seperti melakukan umroh.

4- Sholat subuh.

Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من صلى الصبح فهو في ذمّة الله، فلا يطلبنكم الله في ذمته بشيء، فإنه من يطلبه في ذمته بشيء يدركه، ثم يكبه على وجهه نار جهنم [صحيح الجامع 2890]
Barang siapa sholat subuh dia berada dalam jaminan Alloh, maka janganlah kalian dituntut oleh Alloh dengan sesuatu dalam jaminanNya, karena sesungguhnya orang yang dituntut oleh Alloh dalam jaminanNya pasti ditangkapNya kemudian Alloh sungkurkan wajahnya ke dalam api neraka .
Nabisollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من توضأ فأسبغ الوضوء، ثم مشى إلى الصلاة المكتوبة فصلاها مع الناس غفر الله له ذنوبه [ابن خزيمة صحيح الجامع 6173]
Barang siapa berwudhu untuk sholat, dia sempurnakan wudhunya, kemudian berjalan ke sholat wajib dan dia lakukan bersama jamaah, Alloh mengampuni dosa-dosanya.

6-menjaga dalam mendapatkan takbirotul ihrom imam yang pertama.
من صلّى لله أربعين يوماً في جماعة يدرك التكبيرة الأولى كتب له براءتان براءة من النار وبراءة من النفاق [ الصحيحة 1979]
Barang siapa sholat empat puluh hari di dalam jama’ah mendapatkan takbir pertama, ditulis baginya dua kebebasan, kebebasan dari neraka dan kebebasan dari kemunafikan.

7- mensholati janazah dan mengantarkan ke kuburan.
Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من أتبع جنازة مسلم إيماناً واحتساباً وكان معه حتى يصلي عليها ويفرغ من دفنها فإنه يرجع من الأجر بقيراطين كل قيراط مثل أحد ومن صلّى عليها ثم رجع قبل أن تدفن فإنه يرجع بقيراط[ صحيح الترغيب 3498]
Barang siapa mengikuti jenazah seorang muslim dengan iman dan mengharapkan pahala Alloh , dan bersamanya sehingga mensholatinya hingga selesai dari penguburannya maka dia pulang dengan pahala dua qiroth setiap satu qiroth seperti gunung Uhud, dan barang siapa mensholatinya kemudian pulang sebelum dikebumikan maka dia pulang dengan satu qiroth.

8- Haji Mabrur.

Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

من حج هذا البيت ، فل يرفث، ولم يفسق، رجع كما ولدته أمه [ صحيح النسائي 2464]
Barang siapa haji ke Rumah ini [Baitulloh] tidak berbuat rofats[sesuatu yang mengarah kepada sexsual] serta tidak berbuat fasiq dia pulang seperti dilahirkan ibunya[tanpa dosa]

9-Thowaf dan sholat dua roka’at setelahnya .

Nabisollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من طاف بالبيت [سبعاً]، وصلّى ركعتين، كان كعدل رقبة [ الصحيحة 2725].
Barang siapa yang thowaf di rumah Alloh [Ka’bah] tujuh kali, serta sholat dua roka’at adalah seperti memerdekakan budak.

10- kesungguhan dalam memohon untuk mati sayhid.

من طلب الشهادة صادقاً أعطيها، ولو لم تصبه [ صحيح الترغيب 1277.
Barang siapa memohon mati syahid dengan kesungguhan ia diberikan syahadah walaupun tidak terbunuh.

11-memandikan mayit dan menutup aib yang dilihatnya.

Nabi bersabda :
من غسل ميتا فستره، ستره الله من الذنوب، ومن كفن مسلماً كساه الله من السندس[ الصحيحة 3353]
Barang siapa yang memandikan mayit serta menutupi aibnya, Alloh menutupi dosa-dosanya, dan barang siapa yang mengkafani seorang muslim, Alloh memberikannya pakaian sutra.

12-memintakan ampun buat kaum mu’minin.

Nabi bersabda :
من استغفر للمؤمنين والمؤمنات، كتب الله له بكل مؤمن ومؤمنة حسنة [ الصحيحة 6026]
Siapa yang memintakan ampunan bagi kaum mukmin laki dan wanita , Alloh mencatat buatnya dengan setiap mukmin laki dan wanita satu kebaikan.

13- membaca AlQur’an

Nabisollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من قرأ حرفاً من كتاب الله فله به حسنة، والحسنة بعشر أمثالها لا أقول [ ألم ] حرف ولكن ألف حرف ولام حرف، وميم حرف [ الصحيحة 3227]
Siapa yang membaca satu huruf dari kitabulloh maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dengan sepuluh lipat, saya tidak mengatakan alif laam miim satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.

14-tasbih.

Nabisollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من قال سبحان الله وبحمده في يوم مائة مرة، حطت عنه خطاياه وإن كانت مثل زبد البحر [صحيح الكلم الطيب 7]
Siapa yang mengatakan subhaanalloh wa bihamdihi satu hari seratus kali, dihapus dosa-dosanya walaupun seperti buih dilautan.
من قال سبحان الله العظيم وبحمده غرست له نخلة في الجنة [ الصحيحة 64]
Siapa yang mengucapkan subhaanallohil ‘adzim wa bi hamdihi ditanamkan baginya pohon kurma di surga.

15-sholawat kepada Rasul sollallohu ‘alaihi wa sallam.

Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من صلّى عليّ حين يصبح عشراً وحين يمسح عشراً أدركته شفاعتي يوم القيامة [ صحيح الجامع 6357]
Siapa yang bersholawat kepadaku sepuluh kali ketika pagi dan sepuluh kali ketika sore hari akan mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.
من صلّى عليّ صلّى الله عليه عشراً [ صحيح الترمذي 402]
Siapa yang bersholawat kepadaku Alloh bersholawat kepadanya sepuluh kali .

16-membangun masjid .

nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من بنى لله مسجداً بنى الله له بيتاً في الجنة أوسع منه [ الصحيحة 3445]
Siapa yang membangun masjid untuk Alloh, Alloh membangun baginya rumah disorga yang lebih luas darinya .

17-membaca tahlil :

Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من قال في يوم مائة مرة لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كلّ شيء قدير، كان له عدل عشر رقاب، وكتبت له مائة حسنة ومحي عنه مائة سيئة وكان له حرزاً من الشيطان سائر يومه إلى الليل ولم يأت أحد بأفضل مما أتى به إلا من قال أكثر [ صحيح ابن ماجه 3064]
Siapa yang mengucapkan satu hari sebanyak seratus kali :
لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كلّ شيء قدير
Tidak ada Ilaah yang berhak disembah kecuali Alloh saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, baginya saja segala kerajaan dan bagiNya saja segala pujian dan Dia atas segala sesuatu berkuasa.
Adalah untuknya pahala sebanding memerdekakan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus kebaikan dihapus seratus keburukan dan baginya benteng dari setan pada harinya itu sampai malam hari dan tidak ada seorangpun yang datang dengan kebaikan yang labih baik dari kebaikan yang ia datang dengannya kecuali orang yang mengucapkan lebih darinya.
من قال لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كلّ شيء قدير، عشراً، كان كمن أعتق رقبة من ولد إسماعيل [صحيح الجامع 4653]
Siapa yang mengucapkan:
لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كلّ شيء قدير
Tidak ada Ilaah yang berhak disembah kecuali Alloh saja, tidak ada sekutu bagi-Nya baginya saja segala kerajaan dan bagiNya saja segala pujian dan Dia atas segala sesuatu berkuasa.[sepuluh kali]
Adalah seperti memerdekakan budak dari anak Nabi Isma’il.

18- mengahafal sepuluh ayat dari surat Al Kahfi :

Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من حفظ عشر آيات من أول سورة الكهف عصم من الدجال [ صحيح الجامع 2601]
Siapa yang yang hafal sepuluh ayat pertama dari surat Kahfi terjaga dari dajjal.

19-Do’a ketiga melihat orang yang dicoba .

Nabi bersabda :
من رأى مبتلى فقال : الحمد لله الذي عافاني مما ابتلاك به وفضلني على كثير مما خلق تفضيلاً، لم يصبه ذلك البلاء [ الصحيحة 602]
Siapa yang melihat orang yang dicoba ia berkata : segala puji bagi Alloh yang menyelamatkan saya dari apa yang kamu dicoba dengannya serta melebihkan saya kelebihan yang banyak atas kebanyakan yang Dia ciptakan, tidak akan terkena balak tersebut.
Catatan : hendaklah membacanya dengan pelan supaya tidak terdengar oleh orang yang dicoba agar tidak menyakitinya.

20-mencintai orang-orang Anshor.

Nabisollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
الأنصار لا يحبهم إلا مؤمن ولا يبغضهم إلا منافق، فمن أحبهم أحبه الله، ومن أبغضهم أبغضه الله [ الصحيحة 1975]
Orang-orang Anshor tidak mencintai mereka kecuali orang mukmin, tidak membenci mereka kecuali munafiq, maka barang siapa yang mencintai mereka Alloh mencintainya, barang siapa yang membenci mereka Alloh membenci mereka .

21- memberikan kelonggaran waktu orang yang kesulitan .

Nabi bersabda :
من أنظر معسراً أو وضع له أظله الله يوم القيامة تحت ظل عرشه يوم لا ظل إلا ظله [صحيح الترمذي 1052] .
Siapa yang memberikan kelonggaran waktu kepada orang yang kesulitan atau membebaskannya Alloh memberikan naungan kepadanya pada hari kiamat di bawah anungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya.

22- menutupi aib saudara muslim.

Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ومن ستر مسلماً ستره الله يوم القيامة [ البخاري 2262 مسلم 4677]
Siapa yang menutupi [aib] seorang muslim Alloh menutup [aibnya] hari kiamat.

23-mendidik anak perempuan.

من كان له ثلاث بنات، فصبر عليهن، وأطعمهن وسقاهن، وكساهن من جدته، كن له حجاباً من النار يوم القيامة [ الصحيحة 294]
Siapa yang memiliki tiga anak, sabar dalam mendidik mereka, memberikan makan dan minum mereka dan pakaian mereka dengan hasil usahanya, adalah mereka pada hari kiamat sebagai dinding penghalang untuknya dari api neraka .

24- membela nama baik saudara muslim

من ذب عن عرض أخيه بالغيبة كان حقاً على الله أن يعتقه من النار. [ صحيح الترغيب 284].
Siapa yang membela kehormatan saudaranya dalam kondisi tidak bertemu, adalah wajib bagi Alloh untuk memerdekakannya dari api neraka.

25-menahan marah

Nabisollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من كظم غيظه وهو قادر على أن ينفذه، دعاه الله على رؤوس الخلائق يوم القيامة حتى يخيره من الحور العين ما شاء [ صحيح الترغيب 2753]
Siapa yang menahan marahnya sementara dia mampu untuk melampiaskan Alloh akan memanggilnya di hadapan seluruh mahkluq pada hari kiamat sehingga di persilahkan memilih bidadari mana yang ia kehendaki.

26- tawadhu’

Nabisollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من تواضع لله رفعه الله [ الصحيحة 2328]
Siapa yang merendahkan diri karena Alloh, Alloh akan meninggikan derajatnya.

27-silaturrohim

من أحب أن يبسط له في رزقه، وينسأ له في أثره فليصل رحمه [ البخاري 5527 مسلم 4629]
Siapa yang menhendaki untuk diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah menyambung persaudaraannya.

28- membunuh cecak dengan satu pukulan.

Nabi sollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من قتل وزغاً في أول ضربة كتبت له مائة حسنة وفي الثانية دون ذلك وفي الثالثة دون ذلك [صحيح الترغيب 2978]
Siapa yang membunuh cecak dalam satu pukulan dicatat buatnya seratus kebaikan, dalam pukulan kedua kurang dari itu, dalam pukulan ketiga kurang dari itu.


Sumber: sebuah catatan dari Seksi Terjemah Maktab Da’wah Jaliyat
Robwah