"Wahai Ahli
Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu
mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar". (QS. An Nisa': 171)
Demikianlah Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah melarang Ahlu Kitab untuk tidak berkata tentang Allah apa yang mereka tidak memiliki pengetahuan di dalamnya, tentu orang beriman juga harus mengindahkan larangan ini secara khusus tidak memberi nama dan sifat kecuali nama dan sifat yang telah Allah dan Rasul-Nya sebutkan kepada kita
Diantara kesesatan syi'ah yang sangat memilukan adalah keimanan mereka terhadap Sifat Badaa' bagi Allah
Apa itu Al Badaa'?
Apa itu Al Badaa'?
Al Badaa’ yaitu bermakna tampak (muncul) setelah
sembunyi, atau bermakna timbulnya pandangan baru.
Al Badaa’ sesuai dengan
kedua makna itu, haruslah didahului oleh ketidaktahuan, serta baru diketahui.
Keduanya ini merupakan suatu hal yang mustahil atas diri Allah, akan tetapi
orang Rafidhah (syiah) menisbatkan kepada Allah sifat Al Badaa'.
Telah diriwayatkan dari Ar Rayaan bin Al
Sholt, ia berkata : "Saya telah mendengar Al Ridha berkata : "Tidaklah Allah
mengutus seorang nabi kecuali mengharamkan khamar, dan mengakui bahwa Allah itu
memiliki sifat Al Badaa'"[1].
Dan dari Abi Abdillah ia berkata : "Tidak
pernah Allah diibadati dengan sesuatu apapun seperti (mengibadatinya dengan) Al
Badaa'[2].
Maha Tinggi Allah dari hal itu dengan ketinggian yang besar.



