Menu

Senin, 30 April 2012

BEBERAPA CONTOH DARI HADIST-HADITS DHO’IF YANG TERKENAL DI TENGAH MASYARAKAT



1.            اعمل لدنياك كأنّك تعيش أبدا واعمل لآخرتك كأنّك تموت غدا
            “Beramallah kamu untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selama-lamanya dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok”
                Ket:Hadits ini tidak mempunyai asal yang marfu’[Silsilah Al Ahadits Adh Dho’ifah no.8]
2.         حبّ الوطن من الإيمان
            “Mencintai tanah air adalah sebagian dari iman”
                Ket: Hadits ini maudhu’ sebagaimana yang disebutkan oleh Ash Shoghany Rohimahullah .[Silsilah Al Ahadits Adh Dho'ifah no.36, lihat juga Majmu’ah Rosaail At Taujihaat, hal.:236]

3.         اختلاف أمّتي رحمة
            “ Ikhtilafnya ummatku adalah suatu rahmat”
                Ket: Hadits ini tidak mempunyai asal, berkata Ibnu Hazm Rohimahullah :”Perkataan ini serusak-rusak perkataan, karena kalau ikhtilaf adalah suatu rahmat berarti ittifaq (kesepakatan) adalah sesuatu hal yang dibenci. Dan beliau berkata di tempat yang lain bahwa hadits ini bathil dan dusta (atas nama Rosulullah r).[Silsilah Al Ahadits Adh Dho'ifah, no.57, dan Muqoddimah Sifat Sholat Nabi, hal:58)
4.         اطلب العلم ولوبالصّين
            “Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri Cina”
                Ket: Hadits ini dimasukkan oleh Ibnul Jauzy Rohimahullah dalam bukunya yang mengumpulkan hadits-hadits palsu, kemudian beliau menukil perkataan Ibnu Hibban Rohimahullah tentang hadits ini yaitu bahwa hadits ini bathil dan tidak mempunyai asal.[ Silsilah Al Ahadits Adh Dho'ifah, no.416, Majmu’ah Rosaail At Taujihaat,hal:236]

Kamis, 27 Oktober 2011

Hak-Hak Karib Kerabat



Perintah Menunaikan Hak-Hak Karib Kerabat
               
Firman Allah Subhanahu Wata’ala:

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ

“ Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya “ (QS. Al Isra: 26)

                                وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى
”Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat,...” (QS. An-Nisa’: 36)


Siapa Karib Kerabat ?

KEUTAMAAN SEPULUH HARI DZULHIJJAH DAN AMALAN-AMALAN YANG DISYARI'ATKAN

Segala puji hanya milik Allah ta'ala, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada utusan Allah, Nabi Muhammad r, keluarga dan sahabat-sahabatnya.
Keutamaan Sepuluh Hari Dzul Hijjah
Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas t, bahwasanya Rasulullah t bersabda:
 { مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهَا أََحَبُّ إِلَىاللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنيِ أَيَّامَ الْعَشْرِ قَالُوْا: يَارَسُوْلَ اللهِ وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ }
"Tiada hari yang lebih di cintai Allah ta'ala untuk berbuat suatu amalan yang baik dari pada hari-hari ini yaitu sepuluh hari Dzul Hijjah, para sahabat bertanya," wahai Rasulullah, tidak pula dengan jihad fii sabilillah? Rasulullah menjawab," tidak, tidak pula jihad fii sabilillah, kecuali jika ia keluar dengan jiwa dan hartanya, kemudian ia tak kembali lagi".

Kamis, 08 September 2011

BAGAIMANA MENANAMKAN OBSESI YANG TINGGI (HIMMAH ‘ALIYAH)




BAGAIMANA MENANAMKAN OBSESI YANG TINGGI/HIMMAH  ‘ALIYAH
Oleh : Syaikh Hasan Al Bugisy (Penj.Ust.Ihsan Zainuddin dan Ust.Syaibani)

Rasulullah Õá ÇááÉ Úáíå æÓáã bersabda : ”Nama yang tepat bagi seorang muslim adalah Hammam dan Harist dan nama yang paling Allah cintai adalah Abdullah dan Abdurrahman ".
Al Hammam adalah niat yang kuat, sedangkan “Al Harits” adalah sosok dari hasil Himmah  atau hammam yaitu bekerja untuk mendapatkan obsesi/keinginan tersebut. Jadi setiap manusia punya keinginan, namun tidak semua manusia memiliki keinginan “Himmah ” yang kuat.

A.    DEFINISI HIMMAH
Himmah  tidak bisa dilihat secara dhohir karena Himmah  adalah masalah yang hati dan akal pikiran manusia, bukan masalah amal. Secara bahasa Himmah  berarti “An Niah“ (niat), “Iradah” (kehendak), “Al ‘azimah” (tekad). Dalam makna ini terdapat tiga kata yang berbeda yaitu berupa niat yang sifatnya biasa-biasa, kemudian iradah atau kehendak yang kuat lalu dilanjutkan dengan tekad untuk melaksanakan kehendak tersebut.
Allah ÓÈÍÇäå æÊÚáì berfirman : “ Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda dari tuhannya ( QS. Yusuf : 24)

Senin, 05 September 2011

Jangan Salah Faham "Do'a agar hidup dan mati dalam keadaan miskin


Diantara sekian banyak do'a-do'a yang Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ajarkan kepada umatnya adalah do'a dibawah ini :


عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مِسْكِينًا ، وَأَمِتْنِي مِسْكِينًا ، وَاحْشُرْنِي فِي زُمْرَةِ الْمَسَاكِينِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ) . وقَالَ الترمذي : هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ .

"Allahumma ahyinii miskiinan, wa amitnii miskiinan, wahsyurnii fii zumratil masaakiin yaumal qiyamah".

"Artinya : Ya Allah ! Hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, dan matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang miskin".

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam At Tirmidzi dan beliau : Hadits Ghorib

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menanggapi bahwa hadits tersebut : Dhoif, dalam kitab "البداية والنهاية" (6/75) karena di dalam sanadnya terdapat Yazid bin sinan dan dia perawi yang sangat lemah. Wallahu a'lam

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu Majah (no. 4126) dan lain-lain. Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini derajatnya : hasan. [Lihat pembahasannya di kitab beliau : Irwaul Ghalil (no. 861) dan Silsilah Shahihah (no. 308)]